Ketika aku ingin terbangun dari dunia dongeng ku, Dalam khayalan disepanjang tidur malam ku.Aku sadar kalu kau tiba-tiba telah menghilang Tampa ada gemuruh sajak yang kau titipkan.
Ternyata aku sedang dipermainkan oleh “RINDU” Tampa ada titik jelas dalam narasi-narasi merindu. ternya aku berada di dunia Dongeng.
Lalu apa yang ada di kepala mu dan hatimu di saat aku menanti akan rindu itu. Ternyata kau seolah tak ingin tau, Apakah kekhwatiran ku bukan lagi pedulimu?. Apakah sakit hatiku bukan lagi pedulimu?.
Namun kita tidak lagi bermain-main,tapi kau seolah-olah mempermainkan “Rindu “Yang aku titipkan kepada mu…
Sesuatu yang tidak selalu aku ungkapkan lewat kata-kata namun selalu aku terselip dalam doa.
Jangan kau jauh-jauh,Aku manusia yang jatuh pada butuh ,Dalam rangkaian doa aku membutuhkan mu,Jangan kau hancurkan Rindu ini.Dimana saja dirimu berada Rinduku selalu memikirkan mu hingga menyeduh.
Aku hanya wanita lemah yang haus akan rindu ,dan ketulusan .Aku bukan bermaksud memenjarakan mu dalam rindu ,Bukan pula mematahkan langkah kakimu dalam Perjuangan.
Apakah aku salah?. Dengan rindu ini yang ingi mnencari tau kabarmu. Meski aku tidak selalu ada disampingmu .
Namun tau kah kau……?
Dalam hilangmu ada rindu yang meracau kacau dibenaku. jangan suka begini”Tiba-tiba hilang kabar dan kepastian seperti ditelang Bumi.
Semoga dimana pun kamu berada kau baik-baik saja,Yang selalau menanti kabar dan rindu mu lewat narasi-narasi doa mu ,tolong jangan hilng kan rindu ini .
