
Unibrah adalah salah satu Universitas yang berada di Ibu Kota Provinsi Maluku Utara dimana sekitar 7 ratusan anak manusia yang bernaung atas nama Ilmu pengetahuan berlebel “Mahasiswa”, bergeliat mencari ilmu berdasarkan pilihan jurusan berkenan dihatinya.
Terutama saya memilih jurusan Akuntansi sebagai jalan penghidupan masa depan dan perbaikan nasib pribadi yang lebih baik lagi. Tulisan sebagi alat yang paling masif menyampaikan opini,agar segala yang ada di pikiran saya dapat kiranya saya berbagi ke teman-teman.
Mengangkat tema tulisan “Relasi Perempuan” berarti kita melihat, Apakah dalam hubungan sosiologis peran perempuan di UNIBRAH sudah maksimal mulai dari tahun 2012-2017…? Atau permpuan hanya menjadi objek perubahan dan profil perkuliahan…..! Saya kira teman-teman memiliki pendapat yang berbeda bukan..! oke mari kita bahas sama-sama.
F.Capra menulis dalam “titik balik peradaban” dengan uraian yang panjang tentang dominasi patriarki yang akan berlangsung selam kurang lebih 3000 tahun di dalam lingkungan sosial manusia ,jika perjuangan perempuan ingin merebut peran itu kata Capra membutuhkan waktu seperti piramida terbalik dengan usia patriarki yang sama .
Kalau kita hitung sejak awal Masehi maka baru 2017 tahun ,sisanya 983 tahun lagi, dan apakah kita kaum perempuan akan menunggu dengan sisa waktu yang ada. Saya kira “tidak” bisa jadi benar kata Capra bisa jadi tidak ,karena menurut saya itu hanya satu palra diskursus tentang kondisi Perempuan pada saat ini.
Bagi saya tulisan uraian ini bukan bermaksud mempertentangkan antara laki-laki di satu sisi dan perempuan di sisi lain. Tapi saya berbicara tentang rialitas kepermpuanan kita d kampus tercinta ini.
Relasi itu memungkinkan peran seimbang antara laki-laki dan perempuan di segala lapangan dalam hal ini saya tidak bersinggungan dengan seks (kodrat tubuh) tapi konstruksi social kampus di mana peran laki-laki lebih mendominasi d banding perempuan dalam mengisi jabatan-jabatan strategis baik di tingkat rektorat maupun organisasi internal mahasiswa.
Kalau kita telusuri lebih dalam seharusnya bisa dihitung-hitung . Pergantian rektor dalam 3 kali masa jabatan di pimpin oleh laki-laki dan 4 org dekat laki-laki. Program studi 5 diantaranya laki-laki dan kedua biro juga laki-laki ,itu artinya terjadi relasi Gender yang di dominasi oleh laki-laki.
Kalu kita kembali ke Badan Ekskutif Mahasiswa maka dari Alam.jafar sadek muhammad (2010) sampai ke Bahtiar Idris (2016-2017) lima kali pergantian kepemimpinan lagi-lagi di dominasi oleh kaum laki-laki.Terus posisi Permpuan di mana????.
apakah kita hanya d jadikan pelapis,atau meminjam bahasa Tidore “Tifa Masaru”.
Saya sebagai perempuan merdeka menyedihkan agar segala kepentingan perempuan diakomodir termasuk jabatan-jabatan penting diruang organisasi kampus ,Karena organisasi bukan milik laki-laki atau milik permpuan tapi milik kita semua.
Secara sadar saya percaya diri kalu bukan hari ini besok permpuan bisa menjadi pemimpin yang tangguh sebagimana tema kegiatan perempuan “Women to day leader to morrow” dimana perempuan UNIBRAH sekarang,
Pemimpin masa depan. Sebagaimana dalam “Epos Tanah Tua” Sofyan Daud (GG 3/3/2017) Menulis “Agar kelak,sejarah tak menulis kita gagal dan sia-sia”.
Oleh: Pecandu Kopi