“Kamu Dan Kopi”

Oleh: Pecandu Kopi

Ketika hati merana, mata bersua aku terpesona dengan tawamu dalam khayalan ku , aku malukis sebuah kisah untuk di ceritakan pada generasiku ,aku merindu pada secangkir kopi yang di nikmat bersamaan.

Apakah ini cinta?.  Inikah luka atau inikah candu .  Pada secangkir kopi yang aku jadikan teman sejati dalam sunyi. Atau…….!!! Mungkin ini adalah cinta

Dalam takaran kopi yang aku sajikan ,ada sebuah harapan dan rasa yang kau nikmati,Ketika kau  di ibaratkan gula yang hadir dalam melengkapi rasa pahit dalam secangkir kopi yang aku sajikan.

Sebab kopi telah menjadi temanku,dalam sunyi dan dingin. kau mengajarkan aku  sebuah kerangka kosong, untuk disimpulkan dalam sebuah kesimpulan. Agar engkau dapat mengambil bagian dalam secangkir kopi yang aku tuangkan untukmu.

Dalam cerita cinta, bersama kopiku yang aku nikmati dalam sunyi ,dan dingin sembari aku merindukan mu. Namun……… Bisa kah kau dan aku menikmati pahitnya bersama-sama.

Dalam menafsirkan makna dibalik kopi hitam,Dimana antara kau dan kopi yang dijadikan satu dalam rindu dan melukiskan sebuah kisah yang nyata, dijadikan saksi hidup bersama dengan pahitnya kopi dengan takaran kopi yang pas.

Tinggalkan komentar